The Moment of “Kemah Bakti Konseling”
Perjalanan sore itu terasa begitu jauh ketika harus
memulainya dari salatiga-magelang-muntilan-temanggung untuk dapat sampai ke
lokasi Bantir, Sumowono. Namun bukanlah suatu hambatan, selain ditemani
seseorang yang spesial, karena segera ingin bertemu dalam suasana hangatnya
keakraban bersama sahabat2 dalam acara kemah konseling. Hari itu (14/09/2013),
menjadi tradisi di jurusan BK sebuah acara untuk mengakrabkan antar mahasiswa
dengan dosen, serta untuk mengenalkan mahasiswa baru dengan warna-warni jurusan
yang mungkin masih asing di benak meraka.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam, akhirnya saya
dapat menginjakkan kaki di depan barak Panitia HIMA BK, dan memang benar senyum
ramah juga candaan menyambut kedatangan saya sesampainya disana (saya
berterimakasih untuk hal itu). Dengan sisa-sisa suara yang memang saat itu
sedang habis, saya mencoba menyapa teman yang lebih dahulu sampai disana.
Sepintas ada wajah-wajah baru yang terasa asing, namun kedekatan begitu terasa
karena bersama dalam satu nama Keluarga Mahasiswa Jurusan BK Unnes.
Kejutan pertama datang ketika mendengan kabar bahwa
Basuki (sahabat Bikonspala) dan Arifina (Sahabat HIMA BK ’11) mendapat emas
dalam perjalanan PIMNAS nya di Mataram, NTB. (Whoh, saya sangat bangga dan
gembira mendengar hal itu). Sesaat menghela nafas dan bercerengkama dengan
teman2, suara riuh histeris dari tengah lapangan terdengar. Kejutan
selanjutnya, saya dan sahabat2 bertemu (kembali) dengan sosok yang
menginspirasi yang lama tidak berjumpa karena meranatau ke Negeri China. Pak
Aan, begitu kami memanggilnya, seseorang yang membimbing saya ketika bersama
dalam keluarga HIMA BK ’11, menambah kehangatan dan nostalgia di malam itu.
Acara pertama yang saya ikuti Pensi dari mahasiswa,
dimana beragam ekspresi dan tampilan dipertunjukkan untuk unjuk kebolehan
masing2 kelompok. Saya cukup menyesal melewatan serangkaian acara sebelumnya
yang ternyata ada bakti sosial dan outbond dengan siswa SD, suatu inovasi yang
baru, dimana tahun ini acaranya kembali menjadi kemah “bakti” konseling. Malam
tidak selesai sampai disitu, Pak Aan menemani iringan nyanyian sahabat sembari
bercanda gurau. Saya menjadi pendengar suara merdu teman2, selain suara saya
tinggal 5watt, saya tidak pandai pula menyanyi.hehe..
Minggu, 15/09/2013 ketika melihat jam di HP saya
terbangun pukul 04.13 WIB. Sebenarnya saya sudah mengAlarm pukul 04.30 WIB,
namun dinginnya udara pegunungan membuat saya dengan sendirinya terjaga
(kebiasaan yang sama ketika bergelut di atas gunung2 ketika mendaki). Saya
tidak sendirian, bersama beberapa sahabat yang juga terjaga kami memutusakan
untuk membasuh diri dengan wudhlu untuk bertemu dengan Maha Indah. Selang
beberapa saat, rutinitas Bantir kembali ramai dengan persiapan Panitia HIMA BK.
Pagi itu untuk mengawali hari, panitia mengajak menggerakkan badan untuk senam
bersama, serta seterusnya kegiatan-kegiatan materi, refleksi, dan motivasi yang
disampaikan oleh dosen2 jurusan, serta audiensi sebagai puncak acara untuk
mendengarkan keluh kesah dan curhatan dari para mahasiswa.
Sekali lagi saya menyadari bahwa waktu semakin berlalu,
keakraban di Bantir menjadi awal bagi mahasiswa baru, dan saatnya saya sebagai
mahasiswa “lama” kembali pada rutinitas dan usaha meraih impian, begitupun pula
sahabat2 lain yang saya percaya sama2 berusaha meraih impiannya masing2. Masih
banyak hal yang akan kita lalui, semangat selalu sahabat. Terimakasih Bantir,
Sumowono 14-15/09/2013, saya percaya suatu saat kita akan merindukan masa2 ini
(Precious of a Moment).

