A. TEKNIK MENINGKATKAN PERILAKU (REINFORCEMENT)
Seorang ahli behaviorisme, Skinner menyatakan bahwa perilaku akan berubah sesuai dengan konsekuensi yang diperolehnya. Konsekuensi yang menyenangkan akan memperkuat perilaku dan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan memperlemah perilaku. Dengan kata lain, konsekuensi yang menyenangkan akan meningkatkan frekuensi munculnya perilaku dan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan mengurangi frekuensi munculnya perilaku.
Konsekuensi yang menyenangkan pada umumnya disebut sebagai penguat (reinforcers), sementara konsekuensi yang tidak menyenagkan disebut sebagai hukuman (punisher). Reinforcement adalah segala hal yang menyertai perilaku dan berfungsi meningkatkan kemnungkinan untuk mengulangi perilaku tersebut. Penguatan merupakan unsur penting di dalam belajar karena penguatan itu akan memperkuat perilaku.
Terdapat dua jenis Reinforcement :
1. Reinforcement Positif
Defenisi reinforcement positif identik dengan defenisi reinforcement itu sendiri, yaitu segala hal yang menyertai perilaku dan berfungsi meningkatkan kemnungkinan untuk mengulangi perilaku. Contoh : memberikan senyum dan menyampaikan kata “bagus” kepada anak yang bertanya, hal tersebut merupakan reinforcement positif yang diharapkan akan meningkatkan perilaku sehingga anak tersebut akan bertanya lagi. Sedangkan stimulus yang timbul dan menjadi konsekuen terhadap munculnya serta beruangnya perilaku yang dikehendaki disebut reinforce. Dalma contoh diatas, yang menjadi konsekuen (Reinforcer) adalah senyuman dan kata “bagus”.
Terdapat dua jenis reinforce :
· Reinforcement primer (natural reinforcement)
Adalah reinforcement yang alami, tidak perlu syarat dan tidak perlu dipelajari bagi individu yang membutuhkannya. Contoh : makanan dan minuman.
· Reinforcement Sekunder (secondary reinforcement)
Stimuli yang berhubungan dengan reinforcement positif. Terdapat tiga macam reindorcement sekunder yaitu : social reinforcement, adalah reinforce berupa penerimaan sosial, misalnya senyuman dan sapaan. Activity Reinforce adalah reinforce berupa kegiatan, misalnya anak baru boleh bermain PS setelah dia belajar dan mengerjakan tugas, dalam contoh tersebubt bermain PS adalah activity reinforce. Token Reinforce adalah reinforce menggunakan barang, misalnya anak TK yang berperilaku baik akan mendapat permen dari gurunya, dalam contoh ini permen adalah token reinforce.
2. Reinforcement Negatif
Adalah proses peningkatan tingkah laku dengan cara mengurangi hal-hal atau stimulus yang tidak menyenangkan. Misalnya : siswa yang datang terlambat oleh gurunya dimarahi, dihari kedua siswa tersebut datang lebih terambat, oleh gurunya siswa itu dimarahi dan tidak boleh masuk kelas, dhari ketiga ternyata anak itu tidak berangkat sekolah. Dalam contoh diatas guu yang marah dan tidak boleh masuk kelas adalah reinforce negative, yang meningkatkan perilaku terlambat. Acmad Rifa’I (2009 : 121) mengungkapkan reinforce negative itu sebenarnya adalah merupakan hukuman (punishment). Reinforcemnt negative dalam proses pendidikan seyogyianya dihindari karena akan dapat meningkatkan perilaku yang tidak dikehendaki muncul.
0 komentar:
Posting Komentar