Pages

Senin, 20 Oktober 2014

UJIAN TENGAH SEMESTER PSIKOLOGI KOMUNITAS


1.    Bentuk ujian “Analisa Kasus dalam Artikel “ dengan sifat ujian Open Book.
2.    Waktu ujian 90 menit.
3.    Perhatikan artikel berikut ini:

Karma Pelaku Gay, Warga Tolak Shalatkan Jasad Mayang Prasetyo

BALI (voa-islam.com) - Ketika kelompok Sepilis alias Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme pongah menyebarkan paham sesatnya seperti LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, Transeksual) yang didukung media Kompas Gramedia dan Tempo ini rupanya akan terus menuai karma.
Karma pelaku LGBT terbaru adalah kasus gay pelaku operasi kelamin alias transgender Mayang Prasetyo yang bernama asli Febri Andriansyah asal Lampung namun besar dan merantau untuk mencari jati diri di Bali bersama kaum gay ini.

Meski berpenampilan perempuan namun ia belum mengubah identitas kelaminnya di paspor, hal ini terungkap dari paspor yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Kelas I-A Denpasar, Bali, pria berumur 27 tahun itu berjenis kelamin laki-laki.

Kembali ke karma, bagi orang Bali karma begitu lekat dengan tindak tanduk seseorang. "Karma baik tentu karena tingkah laku yang baik dan tidak melawan kodrat alam, namun jangan remehkan karma buruk karena imbasnya akan mereka tuai juga" demikian ucap supir taksi asli orang Bali yang sudah 12 tahun menjadi supir taksi yang mengantar tim redaksi Voa-Islam.

Karma buruk ini contohnya terjadi pada jenazah pelaku nikah sesama jenis Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo dengan pria Australia Marcus Volker, seorang pekerja seks laki-laki

Karma buruk ini contohnya terjadi pada jenazah pelaku nikah sesama jenis Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo dengan pria Australia Marcus Volker, seorang pekerja seks laki-laki (gigolo) bernama Health XL yang mengaku-ngaku bekerja sebagai chef di sebuah kapal pesiar ini. 

WNI asal Lampung ini tewas mengenaskan di sebuah apartemen di Brisbane, Australia. Jasad Mayang ditemukan dalam keadaan terpotong-potong, dibuang di kotak sampah, dan sebagian dimasak di atas kompor.
Mayang kini menuai karma, Warga negara Indonesia yang menjadi korban pembunuhan di Brisbane, Australia, beberapa waktu lalu, akan tiba di kampung halamannya di Bandar Lampung dalam beberapa hari mendatang.

Akan tetapi, ibunda Mayang, Nining Sukarni, mengaku bingung karena warga setempat menolak menshalatkan jasad Mayang. Kebingungan Nining ditumpahkan saat dia menyampaikan keterangan pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Rabu (15/10/2014).

Akan tetapi, ibunda Mayang, Nining Sukarni, mengaku bingung karena warga setempat menolak menshalatkan jasad Mayang.

"Beberapa hari lalu, RT setempat datang ke rumah. Mereka katakan kepada saya, masjid sekitar rumah enggan menyolatkan anak saya. Saya sendiri tidak tahu alasannya," ujar Nining.

Mayang Alias Febri Alias Ebi Bekerja Sebagai PSK Gay

Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo (27) yang meninggal dunia karena korban mutilasi di australia yang dilakukan oleh pasangannya kini menjadi berita yang menghebohkan bukan hanya di indonesia namun juga di luar negeri. Ebi memiliki aset yang tidak banyak mencapai milyaran rupiah dari hasil profesinya itu. Hal tersebut disampaikan oleh sahabat terdekatnya di Lampung Triyulianto, warga Gang Onta, Sukamenanti, Bandar Lampung, saat di wawancarai saibumi.com, Rabu 8 Oktober 2014.

Ebi yang dikenal oleh Tri semasa hidupnya dia sering datang kerumah dan Ebi pernah belajar mengenai profesi salon kepada dirinya, "Ebi orangnya kalo ngomong ceplas-ceplos, tapi kalo sama teman dia sangat royal dulu lepas Sekolah SMA dia pernah belajar salon dengan saya," ujar Triyulianto sahabat Ebi saat diwawancarai di kediamannya, Rabu,7 Oktober 2014.  

Menurut pemilik salon Trie ini, Ebi pernah bercerita bahwa ia memiliki sejumlah aset di indonesia hasil dari menjadi PSK kelas atas, "Emang dari dulu cita-cita ebi pengen menjadi PSK kelas atas. Bahkan Ebi bercerita ia sudah memiliki vila dibali dengan harga 2 milyar dan rumah di sukabumi (tirtayasa) seharga Rp 250 Juta," jelasnya.
Bahkan Ebi bercerita ia sudah memiliki vila dibali dengan harga 2 milyar dan rumah di sukabumi (tirtayasa) seharga Rp 250 Juta, hasil dari menjadi PSK kelas atas" jelasnya.

Bahkan Tri juga menambahkan bahwa Ebi berencana akan berhenti dari profesi yang udah dijalaninya itu, "Cita-cita Ebi sudah tercapai punya mobil mewah (crv), punya rumah bahkan sampai punya Vila di Bali, dan orang tuanya pun pernah juga diajak kebali," jelasnya.

Bahkan Mayang (Ebi) pun bercerita mengenai akan menjual Vilanya di Bali untuk membuka usaha di Lampung. Untuk membantu menghidupi anak dan ibundanya, "Ebi berencana akan membuka usaha Hotel di Lampung makanya dia gigih kerja untuk ngumpulin duit," ucapnya.




Pertanyaan:
Analisalah secara teoritis, praktis, dan kritis artikel diatas mencakup:
1.    Analisa masalah sosial dari prespektif psikologi komunitas!
2.    Analisa komunitas dan perubahan sosial yang nampak dalam artikel diatas!
3.   Analisa permasalahan komunitas yang terjadi berdasarkan ekologi sistem!


Selamat Mengerjkan...... Semoga Sukses........

0 komentar:

Posting Komentar