Pages

Senin, 16 September 2013

The Moment of “Kemah Bakti Konseling”

Perjalanan sore itu terasa begitu jauh ketika harus memulainya dari salatiga-magelang-muntilan-temanggung untuk dapat sampai ke lokasi Bantir, Sumowono. Namun bukanlah suatu hambatan, selain ditemani seseorang yang spesial, karena segera ingin bertemu dalam suasana hangatnya keakraban bersama sahabat2 dalam acara kemah konseling. Hari itu (14/09/2013), menjadi tradisi di jurusan BK sebuah acara untuk mengakrabkan antar mahasiswa dengan dosen, serta untuk mengenalkan mahasiswa baru dengan warna-warni jurusan yang mungkin masih asing di benak meraka.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam, akhirnya saya dapat menginjakkan kaki di depan barak Panitia HIMA BK, dan memang benar senyum ramah juga candaan menyambut kedatangan saya sesampainya disana (saya berterimakasih untuk hal itu). Dengan sisa-sisa suara yang memang saat itu sedang habis, saya mencoba menyapa teman yang lebih dahulu sampai disana. Sepintas ada wajah-wajah baru yang terasa asing, namun kedekatan begitu terasa karena bersama dalam satu nama Keluarga Mahasiswa Jurusan BK Unnes.
Kejutan pertama datang ketika mendengan kabar bahwa Basuki (sahabat Bikonspala) dan Arifina (Sahabat HIMA BK ’11) mendapat emas dalam perjalanan PIMNAS nya di Mataram, NTB. (Whoh, saya sangat bangga dan gembira mendengar hal itu). Sesaat menghela nafas dan bercerengkama dengan teman2, suara riuh histeris dari tengah lapangan terdengar. Kejutan selanjutnya, saya dan sahabat2 bertemu (kembali) dengan sosok yang menginspirasi yang lama tidak berjumpa karena meranatau ke Negeri China. Pak Aan, begitu kami memanggilnya, seseorang yang membimbing saya ketika bersama dalam keluarga HIMA BK ’11, menambah kehangatan dan nostalgia di malam itu.
Acara pertama yang saya ikuti Pensi dari mahasiswa, dimana beragam ekspresi dan tampilan dipertunjukkan untuk unjuk kebolehan masing2 kelompok. Saya cukup menyesal melewatan serangkaian acara sebelumnya yang ternyata ada bakti sosial dan outbond dengan siswa SD, suatu inovasi yang baru, dimana tahun ini acaranya kembali menjadi kemah “bakti” konseling. Malam tidak selesai sampai disitu, Pak Aan menemani iringan nyanyian sahabat sembari bercanda gurau. Saya menjadi pendengar suara merdu teman2, selain suara saya tinggal 5watt, saya tidak pandai pula menyanyi.hehe..
Minggu, 15/09/2013 ketika melihat jam di HP saya terbangun pukul 04.13 WIB. Sebenarnya saya sudah mengAlarm pukul 04.30 WIB, namun dinginnya udara pegunungan membuat saya dengan sendirinya terjaga (kebiasaan yang sama ketika bergelut di atas gunung2 ketika mendaki). Saya tidak sendirian, bersama beberapa sahabat yang juga terjaga kami memutusakan untuk membasuh diri dengan wudhlu untuk bertemu dengan Maha Indah. Selang beberapa saat, rutinitas Bantir kembali ramai dengan persiapan Panitia HIMA BK. Pagi itu untuk mengawali hari, panitia mengajak menggerakkan badan untuk senam bersama, serta seterusnya kegiatan-kegiatan materi, refleksi, dan motivasi yang disampaikan oleh dosen2 jurusan, serta audiensi sebagai puncak acara untuk mendengarkan keluh kesah dan curhatan dari para mahasiswa.
Sekali lagi saya menyadari bahwa waktu semakin berlalu, keakraban di Bantir menjadi awal bagi mahasiswa baru, dan saatnya saya sebagai mahasiswa “lama” kembali pada rutinitas dan usaha meraih impian, begitupun pula sahabat2 lain yang saya percaya sama2 berusaha meraih impiannya masing2. Masih banyak hal yang akan kita lalui, semangat selalu sahabat. Terimakasih Bantir, Sumowono 14-15/09/2013, saya percaya suatu saat kita akan merindukan masa2 ini (Precious of a Moment).

 
 

1 komentar:

tickaherawati mengatakan...

keren dch maz....
kpan'' minta liputan buat klikons yaw...hehehehh

Posting Komentar